Nama : irfan satriansyah manurung
Nim : 1181171013
Kelas : PenMas Reg A 2018
Mata. K : Andragogi
1. deskripsikan perbedaan andragogi, heutagogi & pedagogi
Istilah andragogi seringkali dijumpai dalam proses pembelajaran orang dewasa (adult learning), baik dalam proses pendidikan nonformal (pendidikan luar sekolah) maupun dalam proses pembelajaran pendidikan formal. Pada pendidikan nonformal teori dan prinsip andragogi digunakan sebagai landasan proses pembelajaran pada berbagai satuan, bentuk dan tingkatan (level) penyelenggaraan pendidikan nonformal.Dugan (1995) mendefinisikan andragogi lebih kepada asal katanya, andragogi berasal dari Bahasa Yunani. Andraberarti manusia dewasa, bukan anak-anak, menurut istilah, andragogi berarti ilmu yang mempelajari bagaimana orang tua belajar. Definisi tersebut sejalan dengan apa yang diartikan Sudjana dalam Bukunya Pendidikan Non-Formal Wawasan Sejarah Perkembangan Filsafat Teori Pendukung Azas (2005), disebutkan bahwa, andragogi berasal dari bahasa Yunani ”andra dan agogos”. Andra berarti orang dewasa dan Agogos berarti memimpin atau membimbing, sehingga andragogi dapat diartikan ilmu tentang cara membimbing orang dewasa dalam proses belajar. Atau sering diartikan sebagai seni dan ilmu yang membantu orang dewasa untuk belajar.
Heutagogi merupakan sebuah pendekatan belajar terbaru dalam pendidikan orang dewasa dan merupakan perluasan dari pendekatan belajar andradogi. Heutagogy berasal dari Bahasa Latin self. Hase and Kenyon (2000) mendefinisikan heutagogi sebagai the study of self-determined learning (kajian tentang belajar sebagai proses yang ditentukan oleh diri sendiri). Self-determined learning adalah proses belajar yang sangat pro-aktif dimana peserta didik bertindak sebagai penentu bahkan pemilik semua urusan dan keperluan belajarnya. Peserta didik menentukan hal yang hendak dipelajari dan cara mempelajarinya. Tutor memang menfasilitasi proses belajar dengan cara mendampingi, menyediakan sumber belajar yang dibutuhkan, dan memberikan bantuan bilamana dibutuhkan, tetapi tetap berupaya secara optimal agar penentuan proses dan strategi belajar sepenuhnya berada di pihak peserta didik (Blaschke, 2012a).
Heutagogi merupakan perluasan konsep andragogi.Dalam andragogi, kurikulum, pertanyaan, diskusi dan asesmen didesain oleh instruktur menurut kebutuhan belajar peserta didik. Dalam heutagogi, peserta didik menentukansendiri hal yang akan dikaji, mendesain dan mengembangkan sendiri peta atau rangkaian kegiatan belajarnya mulai dari kurikulum hingga asesmen. Heutagogi sebetulnya dipandang sebagai kemampuan orang dewasa untuk melakukan proses pemecahan suatu masalah dan sekaligus melakukan refleksi diri terhadap keyakinan atau sudut pandangnya terkait dengan pengalamannya dalam proses pemecahan masalah tersebut.
Pengertian pedagogik adalah berupa bimbingan yang diberikan dengan sengaja oleh orang dewasa kepada anak atau orang. Dalam bentuk lain, pedagogik itu dipandang sebagai suatu proses atau aktifitas yang bertujuan agar tingkah laku manusia mengalami proses tersebut mendapat perubahan. Tingkah laku seseorang adalah setiap respons yang dapat dilihat atau diperlihatkan oleh orang lain.Disamping itu pedagogik juga merupakan suatu ilmu, sehingga orang menyebutnya ilmu pedagogik. Ilmu pedagogik adalah ilmu yang membicarakan masalah atau persoalan-persoalan dalam pendidikan dan kegiatan-kegiatan mendidik, antara lain seperti tujuan pendidikan, alat pendidikan, cara melaksanakan pendidikan, anak didik, pendidik dan sebagainya.
Sebenarnya antara pedagogi dan andragogi tidak perlu dipertentangkan, hal ini dikarenakan kedua teoi tersebut sebetulnya saling melengkapi, namun munculnya perbedaan itu dikarenakan adanya model asumsi yang melandasinya sebagai dua pendekatan rancang bangun dan pengoperasioan yang berbeda, sebagaimana dikemukakan oleh Knowles, 1985, dalam Mustafa Kamil (2007:299), bahwa model pedagogi adalah suatu isi (content plan) yang menuntut pendidik untuk menjawab empat pertanyaan saja, yakni 1) apa isi yang perlu dicakup, 2) bagaimana isi tersebut dapat diorganisasikan kedalam satuan yang terkelola,3) bagaimana urutan yang paling logis untuk menyajikan satuan-satuan tersebut dan 4) alat apakah yang paling efesien untuk menyampaikan isi tersebut, sementara untuk rancang bangun pada Andragogi lebih bersifat proses (process design), dimana tutor atau pendidik memiliki peranan rangkap yakni sebagai : 1) perancang dan pengelola proses, 2) dan sumber belajar. Berkaitan dengan pedagogi dan andragogi, Knowles, yang dikutip oleh Djudju Sudjana (2007), menyatakan sejak awal tahun delapanpuluhan telah dikembangkan pendekatan kontinum (continuum learning approach) atau pendekatan berdaur atau bekelanjutan.
Pendekatan ini dapat dimulai dari pedagogi dilanjutkan ke andragogi atau sebaliknya, yaitu berawal dari andragogi dilanjutkan ke pedagogi dan seterusnya. dapat disimpulkan bahwa terjadinya perbedaan antara pedagogi dengan andragogi, lebih dikarenakan perbedaan sasaran, pedagogi sasarannya anak-anak dan andragogi lebih pada orang dewasa yang telah memiliki kematangan fungsi biologis, sosial dan psikologisnya
2. Deskripsikan andragogi dengan 5w+1h
What (Apa) : pengertian andragogi adalah seni dan ilmu mengajar orang dewasa, cara membantu orang dewasa belajar menggunakan pengalamannya untuk mencapai pengalaman belajar baru.
When (kapan) : pembelajaran Andragogi dikatakan pembelajaran orang dewasa Dengan menggunakan teori yang didasarkan padaasumsi atau pemahaman orang dewasa sebagai peserta didik, maka kegiatanatau usaha pembelajaran orang dewasa dalam kerangka pembangunan ataurealisasi pencapaian cita-cita pendidikan seumur hidup (long life education)dapat diperoleh dengan dukungan konsep teoritik atau penggunaan teknologi yang dapat dipertanggung jawabkan
Who (siapa) : Dalam proses belajar mengajar, guru atau pendidik harus memilikistrategi agar siswa atau peserta didik dapat belajar secara efektif dan efisien,mengena pada tujuan yang diharapkan. Salah satu langkah untuk memiliki strategi adalah harus menguasai teknik-teknik penyajian atau biasanya disebut dengan metode mengajar. Kemampuan yang harus dimiliki guru adalah membuat perencanaan pembelajaran secara professional dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawab sebagai seorang pendidik, pembelajar, sekaligus sebagai perancang pembelajaran.
Where (dimana) : Belajar adalah proses memperoleh berbagai kecakapan, keterampilan dan sikap. Dalam kehidupan manusia, belajar telah dimulai sejak dalam kandungan sampai meninggal dunia dengan sejumlah stimulasi yang diberikan orang tua, guru dan orang-orang yang ada dalam lingkungan, bahkan dari peristiwa-peristiwa alam yang dialami manusia selama hidup. Oleh karena itu, manusia tidak lepas dari pendidikan, karena pendidikan merupakan proses yang dilakukan oleh setiap individu menuju ke arah yang lebih baik, sesuai dengan potensi kemanusiaannya, sesuai dengan apa yang diungkapkan ulama tentang menuntut ilmu mulai dari ayunan hingga keliang lahat. Pendidikan pada dasarnya merupakan suatu sistem yang mengandung mikro sistem yang saling berkaitan antara satu dengan yang lainnya dalam mencapai suatu tujuan pendidikan.
Why (mengapa) : Hidup itu sendiri adalah pengalaman pendidikan. Semua kegiatan yang dilakukan manusia pada hakekatnya tidak lepas dari unsur danproses belajar. Apa yang difikirkan tentang kegiatan masa silam, apa yang dilakukan saat sekarang, serta apa yang direncanakan untuk masa mendatang, tidak lepas dari proses belajaryang secara langsung dilakukannya. Apabila hal tersebut tidak dilihat sebagai proses pembelajaran maka pendidikan hanya memiliki pemahaman sempit yang terbatas kepada kegiatan sekolah saja. Belajar dari pengalaman ‘learning by doing’ merupakan sesuatu yang sangat penting bagiorang dewasa.
How (bagaimana) : Langkah kegiatan dan pengorganisasian programpendidikan yang menggunakan asas-asas pendekatan andragogy, melibatkan tujuh proses sebagai berikut : (1) Menciptakan iklim untuk belajar, (2) Menyusun suatu bentuk perencanaan kegiatan secara bersama dansaling membantu, (3) Menilai atau mengidentifikasikan minat, kebutuhan dan nilai-nilai, (4) Merumuskan tujuan belajar, (5) Merancang kegiatan belajar, (6)Melaksanakan kegiatan belajar, (7) Mengevaluasi hasil belajar (menilai kembali pemenuhan minat, kebutuhan dan pencapaian nilai-nilai.)
3. Lakukan analisis andragogi dari analisis SWOT
SWOT adalah singkatan dari Strengths (kekuatan), Weaknesses (kelemahan), Opportunities (peluang), dan Threats (ancaman).
Analisis SWOT mengatur kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman utama Anda ke dalam daftar yang terorganisir dan biasanya disajikan dalam bilah kisi-kisi yang sederhana.
Strengths (kekuatan) dan Weaknesses (kelemahan) adalah berasal dari internal perusahaan Anda. hal-hal yang dapat Anda kontrol dan dapat berubah. Contohnya termasuk siapa yang ada di tim Anda, paten dan properti intelektual Anda, dan lokasi Anda.
Opportunities (peluang) dan Threats (ancaman) adalah hal eksternal yang mempengaruhi bisnis atau hal-hal yang terjadi di luar perusahaan Anda pada pasar yang lebih besar. Anda dapat memanfaatkan peluang dan melindungi dari ancaman, tetapi Anda tidak dapat mengubahnya. Contohnya termasuk pesaing, harga bahan baku, dan tren belanja pelanggan.
Analisis kekuatan Andragogi dalam implementasinya pada pendidikan orang dewasa dalam kehidupan masyarakat menjadi sebuah landasan ilmu dalam penerapan pembelajaran orang dewasa. Dimana dalam kajiannya andragogi memuat patokan-patokan yang dijadikan pedoman pelaksanaan pembelajaran orang dewasa. Kekuatan andragogi dimasa yang akan datang yang diimplementasikan pada pendidikan orang dewasa tentu tidak akan pernah mengalami penurunan akan tetapi dalam hal ini ilmu andragogi akan terus dijadikan pedoman pelaksanaan. Selain itu pendidikan orang dewasa yang terbentuk dalam satuan belajar seperti pusat kegiatan belajar masyarakat, kelompok belajar, paguyuban atau perkumpulan para petani, keaksaraan fungsional, kursus dan keterampilan dan satuan lain yang terdapat warga belajar para orang dewasa.
Analisis kelemahan yang menyangkut kajian andragogi dalam menangani pelaksanaan proses pembalajaran orang dewasa Kelemahannya Andragogi adalah manusia (dalam hal ini adalah warga belajar) yang memiliki keunikan, yang memiliki talenta, memiliki minat, memiliki kelebihan, menjadi tidak berkembang, menjadi tidak bisa mengeksplorasi dirinya sendiri, tidak mampu menyampaikan kebenarannya sendiri, sebab yang memiliki kebenaran adalah masa lalu, adalah sesuatu yang sudah mapan dan sudah ada sampai sekarang.
Analisis peluang Andragogi dalam pendidikan orang dewasa memperkirakan bahwa kemajuan pendidikan dimasa yang akan datang akan semakin kompleks seiring dengan bertambahnya berbagai kebutuhan manusia dan masalah yang dihadapi oleh orang dewasa. Hal ini membuat peluang yang sangat besar untuk pendidikan orang dewasa dalam meningkatkan perkembangan ilmunya dalam menangani dan memenuhi kebutuhan dan masalah orang dewasa yang akan datang.
Analisis Tantangan-tantangan andragogi dalam implementasi pendidikan orang dewasa pada masa yang akan datang adalah perkembangan pendidikan yang semakin kompleks menuntut para pendidik untuk memiliki pengetahuan yang lebih luas serta kompetensi yang handal, apalagi dengan adanya globalisasi dan modernisasi yang semakin gencar-gencarnya. Misalnya tantangan intern adalah bagaimana sosok seorang tutor dapat menjadi teladan yang baik bagi warga belajar, persiapan perencanaan pembelajaran yang baik, dan memahami perbedaan karakteristik peserta didik. Selain itu perkenbangan zaman yang pesat dan kecanggihan tekhnologi.
4. Lakukan analisis perbandingan pelaksanaan andragogi di Indonesia dan di luar negeri min 3 negara
5. Buat sebuah opini dari jawaban 1-4.
Menurut saya disimpulkan bahwa terjadinya perbedaan antara pedagogi dengan andragogi, lebih dikarenakan perbedaan sasaran, pedagogi sasarannya anak-anak dan andragogi lebih pada orang dewasa yang telah memiliki kematangan fungsi biologis, sosial dan psikologisnya sedangkan Seperti dalam pendekatan andragogik, Instruktur atau pendidik pada heutagogy juga memfasilitasi proses pembelajaran dengan memberikan bimbingan dan sumber daya, tetapi sepenuhnya pemilihan kepemilikan jalur pembelajaran dan proses untuk pelajar, yang melakukan negosiasi belajar dan menentukan apa yang akan dipelajari dan bagaimana hal itu akan dipelajari
pengertian andragogi adalah seni dan ilmu mengajar orang dewasa, cara membantu orang dewasa belajar menggunakan pengalamannya untuk mencapai pengalaman belajar baru
Karena dalam kurikulum Pendidikan Nonformal terdapat cakupan ilmu Andragogi didalamnya yang akan diimplemtasikan dalam pendidikan orang dewasa. Kita sebagai mahasiswa jurusan pendidikan nonformal dibentuk sebagai pendidik dan pengelola program, maka dari itu ilmu Andragogi sebagai bekal dalam sasaran kita kedepan dalam mendidik orang dewasa.
Dalam proses belajar mengajar, guru atau pendidik harus memilikistrategi agar siswa atau peserta didik dapat belajar secara efektif dan efisien,mengena pada tujuan yang diharapkan. Salah satu langkah untuk memiliki strategi adalah harus menguasai teknik-teknik penyajian atau biasanya disebut dengan metode mengajar.
Hidup itu sendiri adalah pengalaman pendidikan. Semua kegiatan yang dilakukan manusia pada hakekatnya tidak lepas dari unsur danproses belajar. Apa yang difikirkan tentang kegiatan masa silam, apa yang dilakukan saat sekarang, serta apa yang direncanakan untuk masa mendatang, tidak lepas dari proses belajaryang secara langsung dilakukannya.
Analisis kekuatan Andragogi dalam implementasinya pada pendidikan orang dewasa dalam kehidupan masyarakat menjadi sebuah landasan ilmu dalam penerapan pembelajaran orang dewasa. Analisis kelemahan yang menyangkut kajian andragogi dalam menangani pelaksanaan proses pembalajaran orang dewasa Kelemahannya Andragogi adalah manusia (dalam hal ini adalah warga belajar) yang memiliki keunikan, yang memiliki talenta, memiliki minat, memiliki kelebihan, menjadi tidak berkembang, menjadi tidak bisa mengeksplorasi dirinya sendiri, tidak mampu menyampaikan kebenarannya sendiri, sebab yang memiliki kebenaran adalah masa lalu, adalah sesuatu yang sudah mapan dan sudah ada sampai sekarang.
Analisis peluang Andragogi dalam pendidikan orang dewasa memperkirakan bahwa kemajuan pendidikan dimasa yang akan datang akan semakin kompleks seiring dengan bertambahnya berbagai kebutuhan manusia dan masalah yang dihadapi oleh orang dewasa. Analisis Tantangan-tantangan andragogi dalam implementasi pendidikan orang dewasa pada masa yang akan datang adalah perkembangan pendidikan yang semakin kompleks menuntut para pendidik untuk memiliki pengetahuan yang lebih luas serta kompetensi yang handal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar